Memahami Aroma Kopi

Dipublikasikan pada : 2017-01-17

Memahami Aroma Kopi


Kopi adalah salah satu minuman yang populer di dunia, termasuk tentu saja di Indonesia. Ada kopi yang mahal, seperti yang disajikan di kafe-kafe elit dengan seorang barista yang meraciknya, hingga kopi-kopi murah dalam kemasan sachet yang dijual di warung-warung dengan harga terjangkau.

Kopi adalah minuman semua kalangan. Tentu saja setiap kalangan memiliki variannya tersendiri untuk membedakan “kelas” di antara mereka satu sama lain.

Reni Kustiari dalam jurnal berjudul “Perkembangan Pasar Kopi Dunia dan Implikasinya Bagi Indonesia” menerangkan bahwa tingkat konsumsi kopi penduduk Indonesia terbilang rendah. Masyarakat Indonesia mengkonsumsi 0,5 kg per kapita per tahun kopi.

Riza Wahyu Utami dalam jurnal “Segmentasi dan Analisis Perilaku Konsumen Kopi Bubuk” menambahkan bahwa tingkat konsumsi kopi masyarakat Eropa dan Amerika Serikat terbilang tinggi. Di Eropa, masyarakat mengkonsumsi kopi 5 kg per kapita per tahun. Sedangkan di Amerika Serikat, tingkat konsumsi kopinya sekitar 4 kg per kapita per tahun.

Lebih lanjut, Reni mengungkapkan bahwa di tahun 2004 kopi cukup baik dalam menghasilkan devisa bagi Indonesia. Di tahun tersebut, devisa yang diperoleh dari ekspor kopi bagi Indonesia adalah $251 Juta atau nilainya setara dengan 10,1 persen dari komoditas pertanian yang diekspor oleh Indonesia. Angka ini cukup menjadi bukti bahwa kopi, memiliki prospek yang cerah untuk menggairahkan pertanian di Indonesia.

Nilai ekspor kopi yang sedemikian tinggi tersebut, diperoleh dari perkebunan kopi yang ada di Indonesia yang di tahun 2004 yang memiliki luas 1,3 Juta hektar. Jumlah tersebut, merupakan akumulasi dari rata-rata 0,5 sampai 1 hektar lahan kopi yang digarap per petani kopi. Kopi, berarti turut menggairahkan sektor pertanian lokal yang cukup banyak membutuhkan tenaga di bidang tersebut.

Dari data di atas, diketahui bahwa kopi memiliki prospek ekonomi yang cukup menjanjikan. Selain meningkatkan volume ekspor, tingkat konsumsi kopi dalam negeri juga perlu ditingkatkan. Endang Wiji Lestari dalam jurnal berjudul “Konsumsi Kopi Masyarakat Perkotaan dan faktor-Faktor yang Berpengaruh” menggaris-bawahi mengapa konsumsi kopi di Indonesia terbilang rendah jika membandingkan dengan negara-negara produsen kopi lainnya di dunia seperti Brazil atau Vietnam.

Kopi di Indonesia masih dianggap sebagai minuman yang tidak sehat. Anak-anak dan perempuan, dianggap kurang cocok mengkonsumsi kopi. Dalam beberapa masyarakat juga terdapat mitos bahwa kopi, bisa mengakibatkan kemandulan dan impotensi.

Selain itu, aspek ekonomi juga menjadi sorotan Endang. Ia menilai, konsumsi kopi yang rendah diakibatkan oleh permasalahan ekonomi yang ada di dalam keluarga Indonesia itu sendiri.

Namun tentu, sekarang kita harus lebih bernafas lega tentang perkembangan kopi. Dalam propaganda kaum urban, kopi diidentikan sebagai minuman “nongkrong” dan elit. Kopi kini hadir dengan beragam variannya dan menyasar kalangan anak muda. Dengan kata lain, kopi sekarang sedang naik daun.

Dalam tayangan komersial televisi di Indonesia, sudah sering kopi diidentikan dengan anak muda yang lincah dan penuh dengan gairah. Kopi yang dahulu identik dengan bapak-bapak kolot, berubah menjadi minuman hits yang instagram-able.

Inilah titik yang bisa dimanfaatkan untuk menumbuhkan tingkat konsumsi kopi di tanah air. Selain tentu saja meningkatkan juga lahan pertanian bagi kopi.

Jadi, sudahkah minum kopi pagi ini?


Spotlight


Deadpool Index: Mengapa Kita Tidak Perlu Mengkonversi Dolar Ke Rupiah?

Deadpool Index: Mengapa Kita Tidak Perlu Mengkonversi Dolar Ke Rupiah?

Mata uang yang berbeda di tiap negara, merefleksikan keadaan negara tersebut. Konversi mata uang, hanyalah ilusi semata.

2017-01-11


Penista Agama Itu Bernama Negara

Penista Agama Itu Bernama Negara

Agama lokal yang ada di Indonesia, tidak pernah diakui keberadaannya hingga hari ini oleh entitas yang bernama negara. Meskipun kita tahu, agama lokal ada lebih dulu daripada Indonesia.

2016-12-05


Google Waymo dan Masa Depan Kendaraan yang Berlalu-Lalang di Jalanan

Google Waymo dan Masa Depan Kendaraan yang Berlalu-Lalang di Jalanan

Perusahaan dunia, ramai-ramai mengembangkan mobil swakemudi. Di ranah ini, Google unggul daripada perusahaan lain.

2016-12-15


Kebenaran Palsu

Kebenaran Palsu

Hoax dibangun atas dasar uang, politik, dan agama.

2017-01-05


Para Penjual Tradisi

Para Penjual Tradisi

Bertahan di tengah arus globalisasi. Mencari keuntungan sambil mencari rejeki.

2016-11-16


Menilik Sejarah Orang Arab di Indonesia

Menilik Sejarah Orang Arab di Indonesia

Dari Hadramaut, menuju wilayah yang kini kita sebut Indonesia.

2016-10-31