Membusuknya Apel Kroak

Dipublikasikan pada : 2017-01-12

Membusuknya Apel Kroak


“Sebuah iPod, sebuah telepon” sebut Steve Jobs dalam perkenalan produk terbaru Apple. Dan tanggal 9 Januari kemarin, iPhone tepat berumur 10 tahun. Dikutip dari Tirto, terdapat lebih dari 1 Milyar iPhone di seluruh dunia. Dan seperti yang diwartakan BBC, saat ini ada 7 Milyar manusia di dunia. Artinya, 1 dari 7 orang di dunia, memakai iPhone sebagai alat komunikasi mereka. Asumsi ini tentu hanya terjadi jika tidak ada manusia-manusia yang memiliki lebih dari 1 iPhone. Sialnya, itu tidak terjadi.

Dengan begitu masifnya iPhone, tak heran, produk ini menyumbang pendapatan Apple hingga 60 persen. Sialnya, penjualan tahunan Apple meleset 3,7 persen di tahun 2016 kemarin seperti diberitakan The Guardian. Apakah Apple telah memasuki masa-masa senjanya? Jawabnnya mungkin. Alasannya? Tim Cook.

“Kita tidak melihat banyak dari sisi inovasi” ujar Gene Munster, analis ekonomi seperti dikutip dari CNBC. Sejak Tim Cook menjadi kapten kapal bernama Apple, perusahaan tersebut hanya melahirkan Apple Watch sebagai produk barunya. Meskipun menurut data IDC, Apple sampai tengah tahun 2016 berhasil menjual 1,6 Juta Apple Watch. Apple Watch kurang begitu berhasil daripada produk-produk Apple lainnya warisan dari Jobs. Apple hari ini, hanya membuat varian dari produk-produk terdahulu yang mereka miliki.

Lance Ulanoff menulis di Mashable bahwa ada perbedaan yang mencolok antara Jobs dan Cook. Jobs merupakan sosok yang penuh resiko. Ia tidak takut untuk membuat produk baru, meskipun dibayang-bayangi kegagalan. Uniknya, Jobs hampir tidak pernah gagal dan produk-produk baru bikinannya, menjadi masterpiece. Cook lebih memilih bermain aman dan hanya membuat variasi produk-produk Apple terdahulu. Di tangan Cook, iPhone memiliki banyak ragamnya. Hal yang tidak terjadi di masa Jobs. Singkat cerita, Jobs membangun Apple secara vertikal, sedangkan Cook membangun Apple secara horizontal.

Tapi, banyak orang kini khawatir dengan Apple, terutama para investor. “Investor berharap pada produk kategori baru untuk melanjutkan pertumbuhan - seperti yang kamu ketahui - perusahaan tidak tumbuh saat ini” ujar Waher Piecyk, analis ekonomi seperti dikutip dari CNBC.

Apple bagaikan sedang sekarat saat ini. Alih-alih melahirkan produk revolusioner baru, Apple hanya membuat inovasi lelucon. Misalnya mengganti port atau colokan di iPhone dan di MacBook. Banyak orang beranggapan bahwa inovasi colokan yang dihadirkan iPhone dalam lini produknya, hanyalah akal-akalan semata demi meraih profit lebih banyak karena mereka juga diketahui menjual converter colokan.

Selain itu, Apple di tangan Cook juga melahirkan layanan streaming musik. Namanya Apple Music. Sial, di awal kemunculannya, produk tersebut menuai protes terutama dari kalangan musisi. Apple bagaikan preman pasar yang merengek ketika digertak Babinsa. Saat Taylor Swift melakukan protes terhadap “kebijakan tidak mau membayar musisi di bulan-bulan pertama,” Apple melunak dan mengubah kebijakan tersebut.

Yang membuat Apple masih bertahan hari ini adalah keberuntungan. Saat Samsung melahirkan inovasi mumpuni di tahun 2016 kemarin, mereka juga melahirkan inovasi “self destruction” di perangkat Note andalan mereka. Apple selamat dari malapetaka Samsung. Tapi tentu, kejadian-kejadian seperti ini, tak akan terulang di tahun-tahun berikutnya.

Tanpa inovasi, Apple hanyalah perusahaan biasa. Perusahaan-perusahaan lain tentunya melihat ini sebagai peluang mereka menganeksasi singgasana Apple. Dan ingat, sejarah juga mengajarkan demikian. Saat satu perusahaan berada di puncak, tinggal menunggu waktu saja perusahaan tersebut terjun bebas jatuh ke tanah. Blackberry dan Nokia adalah perusahaan yang mengajarkan hal tersebut. Apakah Apple akan menjadi seperti mereka? Jawabannya sangat mungkin.


Spotlight


Deadpool Index: Mengapa Kita Tidak Perlu Mengkonversi Dolar Ke Rupiah?

Deadpool Index: Mengapa Kita Tidak Perlu Mengkonversi Dolar Ke Rupiah?

Mata uang yang berbeda di tiap negara, merefleksikan keadaan negara tersebut. Konversi mata uang, hanyalah ilusi semata.

2017-01-11


Penista Agama Itu Bernama Negara

Penista Agama Itu Bernama Negara

Agama lokal yang ada di Indonesia, tidak pernah diakui keberadaannya hingga hari ini oleh entitas yang bernama negara. Meskipun kita tahu, agama lokal ada lebih dulu daripada Indonesia.

2016-12-05


Google Waymo dan Masa Depan Kendaraan yang Berlalu-Lalang di Jalanan

Google Waymo dan Masa Depan Kendaraan yang Berlalu-Lalang di Jalanan

Perusahaan dunia, ramai-ramai mengembangkan mobil swakemudi. Di ranah ini, Google unggul daripada perusahaan lain.

2016-12-15


Kebenaran Palsu

Kebenaran Palsu

Hoax dibangun atas dasar uang, politik, dan agama.

2017-01-05


Para Penjual Tradisi

Para Penjual Tradisi

Bertahan di tengah arus globalisasi. Mencari keuntungan sambil mencari rejeki.

2016-11-16


Menilik Sejarah Orang Arab di Indonesia

Menilik Sejarah Orang Arab di Indonesia

Dari Hadramaut, menuju wilayah yang kini kita sebut Indonesia.

2016-10-31