Penjelasan Singkat Mengapa Manusia Menjelajah Antariksa

Dipublikasikan pada : 2016-12-19

Penjelasan Singkat Mengapa Manusia Menjelajah Antariksa


Kalau lo pernah nonton film Gravity yang dibintangi Sandra Bullock, lo bakalan nemu beberapa negara yang memiliki program luar angkasa. Sebut saja Amerika Serikat dengan NASA-nya, Rusia yang salah satu armadanya (Soyuz) digunakan oleh Bullock untuk menyelamatkan diri, dan ISS atau International Space Station yang berisi banyak negara, termasuk Amerika Serikat, Rusia, Jepang, dan banyak negara Eropa.

Meskipun Cina ditolak masuk ISS, kita tahu bahwa di film tersebut, Dr Stone menggunakan armada penyelamat Cina untuk menyelamatkan diri. Mungkin, film tersebut ingin memberikan kita peringatan bahwa luar angkasa, toh bukan cuma milik NASA (baca: Amerika) semata. Banyak negara ingin turut meramaikan angkasa luar yang menyimpan misteri tersebut.

Mengapa umat manusia bersemangat menjelajah antariksa? Baik negara-negara maju macam Amerika Serikat, Rusia, dan beberapa negara Eropa, bahkan negara-negara berkembang semacam India?

Begini, umat manusia memang memiliki kecenderungan untuk berpetualangan dan keluar dari zona nyamannya. Ilmuan telah membuktikan bahwa manusia berawal dari Afrika. Dan hey, gue nulis tulisan ini di Bandung. Dan ya, gue engga pernah sedikit pun menginjakkan kaki di Afrika. Artinya, nenek moyang gue dulu telah menjelajah sangat sangat jauh dari Afrika. Hingga, ya, keturunannya kini (gue) berada di sini di Bandung.

Ini juga yang nampaknya ada di benak orang-orang itu, orang-orang yang semangat untuk menjelajahi antariksa. Siapa tahu nanti, bertahun-tahun berikutnya ada seseorang yang sedang menulis tentang sejarah Bumi dari planet X, yang merupakan anak dari anak dari anak dari anak sang penjelajah antariksa NASA dari Bumi misalnya.

Tapi, jika kita merujuk pada NASA mengapa umat manusia menjelajah antariksa, jawabannya adalah manusia ingin menjawab pertanyaan paling mendasar dari tempat kita berpijak ini. Manusia ingin tahu, asal muasal planet ini, tata surya ini, bahkan dunia ini sendiri. Dan ya, jawabannya mungkin ada di antariksa sana, bukan di bumi ini yang hanyalah bagian kecil dari sistem yang maha besar.

Tapi, apakah mudah dan murah?

Oke, soal biaya memang menjadi kendala yang tidak terbantahkan. Asal tahu saja, untuk sekedar meluncurkan sebuah wahana antariksa bernama Mars Curiosity Rover, dibutuhkan biaya sekitaran $200 juta. Kalau konversi ke rupiah, akan memunculkan angka yeng begitu besar bukan. Nah angka itu cuma sekitar 10% dari total biaya yang harus ditanggung.

Selain itu, antariksa jelas bukan bumi. Di sana, tidak ada GPS yang memberi petunjuk bagi para astronot yang sedang menjelajah. Asal tahu saja, mereka hanya menggunakan patokan untuk tahu di mana lokasi mereka. Patokannya bisa berupa gugusan bintang, planet, atau apa pun. Pokoknya tidak ada Google Maps. Sekali melenceng dari jalur yang telah ditentukan, akan menjadi malapetaka yang teramat besar.

Satu lagi yang membuat tidak mudahnya menjelajah antarikasa adalah kanker. Yup, radiasi luar angkasa sangat berbahaya bagi astronot. Kanker adalah penyakit yang mungkin akan diidap para astronot setibanya di bumi. Selain itu, katarak merupakan ancaman yang lainnya.

Dan seperti gue tegaskan di awal, bukan cuma negara maju saja yang ingin menjelajahi antariksa. India dengan proyek Mangalyaan telah berhasil meluncurkan wahananya dan telah mengorbit Mars sejak 24 September 2014. Negara OKB macam Uni Emirat Arab juga ikut-ikutan dengan proyek Emirates Mars Mission, yang katanya ingin berhasil sampai ke Mars di tahun 2020. Dan ya, Mars selalu jadi idola. Mars menjadi dambaan banyak negara karena karakteristiknya yang mirip dengan Bumi.

Lalu, bagaimana dengan Indonesia?


Spotlight


Deadpool Index: Mengapa Kita Tidak Perlu Mengkonversi Dolar Ke Rupiah?

Deadpool Index: Mengapa Kita Tidak Perlu Mengkonversi Dolar Ke Rupiah?

Mata uang yang berbeda di tiap negara, merefleksikan keadaan negara tersebut. Konversi mata uang, hanyalah ilusi semata.

2017-01-11


Penista Agama Itu Bernama Negara

Penista Agama Itu Bernama Negara

Agama lokal yang ada di Indonesia, tidak pernah diakui keberadaannya hingga hari ini oleh entitas yang bernama negara. Meskipun kita tahu, agama lokal ada lebih dulu daripada Indonesia.

2016-12-05


Google Waymo dan Masa Depan Kendaraan yang Berlalu-Lalang di Jalanan

Google Waymo dan Masa Depan Kendaraan yang Berlalu-Lalang di Jalanan

Perusahaan dunia, ramai-ramai mengembangkan mobil swakemudi. Di ranah ini, Google unggul daripada perusahaan lain.

2016-12-15


Kebenaran Palsu

Kebenaran Palsu

Hoax dibangun atas dasar uang, politik, dan agama.

2017-01-05


Para Penjual Tradisi

Para Penjual Tradisi

Bertahan di tengah arus globalisasi. Mencari keuntungan sambil mencari rejeki.

2016-11-16


Menilik Sejarah Orang Arab di Indonesia

Menilik Sejarah Orang Arab di Indonesia

Dari Hadramaut, menuju wilayah yang kini kita sebut Indonesia.

2016-10-31