Selangkah Lagi: Vaksin HIV AIDS Hadir!

Dipublikasikan pada : 2016-12-02

Selangkah Lagi: Vaksin HIV AIDS Hadir!

Ilustrasi © Madzae


“Bisakan saya menjadi ‘kelinci percobaan’ Anda?”

Perkataan demikian sering dilontarkan orang-orang yang mengidap AIDS kepada Louis Picker, seorang Imunolog atau ahli kekebalan tubuh.

Jelas, Picker bukanlah orang sembarangan. Ialah yang kemungkinan akan segera menemukan vaksin bagi penyakit yang telah lebih dari tiga dekade menghantui umat manusia.

“Satu dari dua atau tiga pendekatan, menjanjikan harapan di bidang ini” terang Guido Silvestri, Imunolog dari Emory University School of Medicine. “Ini bukanlah semata-mata rasa penasaran monyet semata” ia menambahkan.

AIDS merupakan suatu penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Penderita penyakit ini akan sangat rentan terhadap penyakit apa pun, semisal pilek atau batuk yang bagi kebanyakan orang bukanlah hal yang patut dirisaukan berlebih.

AIDS diakibatkan oleh sebuah virus yang bernama HIV. Virus inilah yang menjadi cikal bakal celakanya seseorang. HIV akan menyerang T-cells, sel dalam tubuh yang membantu manusia untuk melawan virus atau apa pun yang berpontensi membahayan tubuh.

Dalam pekerjaannya sehari-hari, T-cells akan melindungi tubuh pemiliknya. Saat Pathogens menyerang (sumber penyakit) T-cells akan membentuk semacam pasukan dan menyerang Pathogens tersebut. T-cells memiliki keleluasaan dalam melakukan serangan dan dengan demikian, virus atau apa pun yang hendak “menghancurkan” tubuh, akan dengan sigap dihalau oleh T-cells. Kecuali tentu saja, HIV.

HIV menempel pada T-cells. Jika T-cells hendak menghancurkan HIV, ia tentu akan melakukan misi bunuh diri, dan hal tersebut tidak akan terjadi. Akibatnya, T-cells tidak berdaya melawan virus ini dan tubuh seseorang yang terserang HIV akan segera mengidap penyakit AIDS. Dengan kata lain, sistem kekebalan tubuh orang yang mengidap virus HIV akan menjadi lumpuh.

Dalam penjelasan sederhana, anggaplah HIV merupakan virus komputer yang umum ditemukan. Alih-alih menyerang file-file penting seperti .doc, .pdf, atau file sistem Windows, virus tersebut menyerang antivirus yang telah ter-install di komputer. Jika si antivirus mencoba menghancurkan si virus, tentu dia pun akan menghancurkan dirinya sendiri.

Nah dengan begitu, antivirus tidak akan berkutik. Komputer yang tidak memiliki antivirus yang melindunginya, tentu akan sangat rentan terhadap virus-virus apa pun yang kemudian menyerang. Se-simple dan seringan apa pun virus yang menyerah tersebut komputer akan dengan mudah hancur. Begitulah kira-kira analogi bagi HIV.

Tahun 1984 sekretaris layanan kesehatan Amerika Serikat, Margaret Heckler pernah berujar bahwa vaksin HIV akan ditemukan setidaknya dalam dua tahun. Namun, sejak perkataan tersebut ia ucapkan, hingga kini umat manusia belum memiliki vaksin untuk mencegah virus HIV. Meskipun harus diingat bahwa sejak tiga dekade silam, setidaknya telah diujicobakan 4 vaksin kepada manusia. Sedihnya, semua gagal.

Sejak tahun 1994, HIV AIDS merupakan penyebab utama kematian di dunia. Dan sejak setahun sebelumnya, National Institute of Health di Amerika Serikat telah mencari banyak ahli untuk sesegera mungkin melenyapkan HIV AIDS pada umat manusia. Sayangnya, terlalu banyak peneliti yang lebih fokus pada kajian-kajian virus HIV dan meninggalkan kajian tentang sistem kekebalan tubuh manusia yang terkena AIDS.

Dunia gagal menemukan cara untuk menyembuhkan penderita AIDS. Dan WHO mencatat, di tahun 2015 ada 1,1 juta orang yang mati karena HIV AIDS.

Namun semua berubah sejak Louis Picker melihat dari sudut yang berbeda.

Ia berpikir, seharusnya peneliti tidak meninggalkan aspek kekebalan tubuh yang hancur akibat HIV. Louis Picker telah mendedikasikan hidupnya selama 30 tahun untuk meneliti HIV AIDS. Dalam rentang waktu yang begitu lama tersebut, ia sempat putus asa. Kegagalan tidak akan dilirik dalam ilmu pengetahuan. Semua tentang keberhasilan dan keberhasilan. Begitu yang ada dalam benak Louis saat ia merasa apa yang dikerjakannya selama 30 tahun tidak menemukan titik terang.

Hingga suatu waktu, Louis, Imunolog yang kini berusia 59 tahun tersebut melirik Cyto-megalovirus (CMV), virus yang menjadi penyebab penyakit Herpes.

Melalui CMV, Louis mempelajari efek sistem kekebalan tubuh yang diserang oleh suatu penyakit. Dan melalui CMV lah, ia juga berhasil menciptakan langkah menjanjikan dalam penanganan virus HIV. Loius beranggapan bahwa sistem kekebalan tubuh tidaklah serusak yang dikira peneliti sebelumnya saat manusia terserang HIV. Melalui CMV, ia membuktikan itu, dan berhasil menerapkannya untuk memerangi HIV.

Sedihnya, saat penderita AIDS menggunakan metode Louis untuk menyembuhkan penyakitnya, ia mungkin akan mendapatkan penyakit baru, Herpes. Namun tentu saja, Herpes bisa ditangani di masa kini, berbeda dibandingkan HIV AIDS. Dan tentu, ini adalah capaian yang luar biasa.

Jika vaksin HIV tersebut benar-benar telah sempurna. Hal tersebut adalah suatu lompatan besar bagi umat manusia yang berpuluh tahun telah berkelahi dengan penyakit ini. Dunia patut berterima kasih bagi para peneliti yang telah berkutat bertahun-tahun dalam laboratorium untuk mengurai virus ini.

Namun, tentu manusia haruslah tetap waspada. Sejarah mencatat bahwa saat suatu penyakit atau wabah bisa ditangani, penyakit atau wabah lain siap datang menghampiri umat manusia. Tugas kita nampaknya satu, waspada.


Baca Juga

    Cukup DC, Jangan Ada Lagi Versi “Director’s Cut” di Film-Film Buatan Kamu!
    Perihal Gusur-Menggusur di Pilkada DKI
    Dari Mana Begundal Memperoleh Senjata Api?

Spotlight


Deadpool Index: Mengapa Kita Tidak Perlu Mengkonversi Dolar Ke Rupiah?

Deadpool Index: Mengapa Kita Tidak Perlu Mengkonversi Dolar Ke Rupiah?

Mata uang yang berbeda di tiap negara, merefleksikan keadaan negara tersebut. Konversi mata uang, hanyalah ilusi semata.

2017-01-11


Penista Agama Itu Bernama Negara

Penista Agama Itu Bernama Negara

Agama lokal yang ada di Indonesia, tidak pernah diakui keberadaannya hingga hari ini oleh entitas yang bernama negara. Meskipun kita tahu, agama lokal ada lebih dulu daripada Indonesia.

2016-12-05


Google Waymo dan Masa Depan Kendaraan yang Berlalu-Lalang di Jalanan

Google Waymo dan Masa Depan Kendaraan yang Berlalu-Lalang di Jalanan

Perusahaan dunia, ramai-ramai mengembangkan mobil swakemudi. Di ranah ini, Google unggul daripada perusahaan lain.

2016-12-15


Kebenaran Palsu

Kebenaran Palsu

Hoax dibangun atas dasar uang, politik, dan agama.

2017-01-05


Para Penjual Tradisi

Para Penjual Tradisi

Bertahan di tengah arus globalisasi. Mencari keuntungan sambil mencari rejeki.

2016-11-16