Renyahnya Manfaat Tempe

Dipublikasikan pada : 2017-01-17

Renyahnya Manfaat Tempe

Ilustrasi © Madzae


Yang ngaku orang Indonesia pasti tahu apa itu Tempe. Tempe termasuk makanan rumahan paling umum ditemui di keluarga-keluarga Indonesia. Dan ya, susah kalau carinya di restoran atau kafe.

Tempe merupakan makanan asli dari Jawa Tengah. Dalam catatan sejarah, Tempe dikenal sejak tahun 1700an. Tempe, di wilayah Asia memiliki saudara. Yakni “Natto” di Jepang, “Dau Chi” di Cina, dan “Kinema” di Nepal. Mereka semua sama-sama memanfaatkan kedelai sebagai bahan utama pembuatan. Bedanya, makanan-makanan tersebut dibuat dengan memanfaatkan bakteri Bacillus sp, sedangkan Tempe menggunakan bakteri Rhizopus sp dalam proses fermentasinya. Akibatnya, tempe memiliki tekstur dan ciri khas tersendiri.

Dalam jurnal bertajuk “Tempe, Makanan Bergizi dan Sehat dari Indonesia” yang ditulis oleh Mery Astuti, Andreanyta Meliala, Fabien S. Dalais, Mark L. Wahlqvist, sebuah tim peneliti gabungan dari Universitas Gajah Mada dan Monash University, Tempe dibuat melalui empat tahap. Pertama yakni proses perendaman. Kedelai yang hendak dijadikan tempe, direndam dan dibersihkan. Kedua yakni proses memasak. Kedelai didihkan hingga matang. Selanjutnya yakni proses ketiga yakni inkubasi. Kedelai dicampur dengan bakteri Rhizopus. Terakhir yakni proses keempat, tempe dibiarkan untuk melakukan proses fermentasi di ruangan yang telah diatur suhunya.

Lebih lanjut, Astuti dkk mengungkapkan bahwa Tempe dibentuk oleh bakteri Rhizopus yang spesifik yakni, Rhizopus Oligosporus, Rhizopus Oryzae, Rhizopus Arhizos, Rhizopus Stolonifer, dan Rhizopus Microsporus. Dan karena proses pembuatan tempe tidak memiliki panduan baku, penggunaan varian bakteri Rhizopus sangat mungkin terjadi. Akibatnya, masing-masing produsen memiliki kekhasan tersendiri dalam menghasilkan tempe.

Di Indonesia, Astuti dkk mengatakan bahwa terdapat lebih dari 100.000 produsen tempe dari skala kecil hingga besar, dari mengolah 10 kg kedelai hingga 4 ton kedelai per hari. Dengan demikian, tempe ikut menggerakan perekonomian dengan angka yang cukup besar.

Dari jurnal tersebut juga diketahui bahwa Tempe memiliki manfaat yang sangat baik bagi tubuh manusia yang memakannya. Tempe memiliki protein 8,7 mg per gram Tempe atau 10 persen protein. Hal ini jauh lebih baik dari telur ayam yang memiliki 1,25 persen protein dan daging sapi yang memiliki 3,15 persen protein. Selain itu, Tempe juga diketahui sebagai sumber zat besi terbaik. 40,52 persen kandungan Tempe, adalah zat besi yang sangat berguna bagi tubuh manusia. Dan tempe pun juga kaya dengan vitamin B12.

Selain itu, Astuti dkk juga menyoroti khasiat lain Tempe. Dalam temuan jurnal tersebut, Tempe termasuk dalam makanan yang baik bagi penderita kolesterol. Tempe pun dianggap bisa mengurangi resiko terkena kangker. Hal demikian dikaitkan dengan kecenderungan orang Asia, terutama yang memiliki tingkat konsumsi kedelai tinggi, lebih rendah terpapar kanker. Dan tentu, Tempe terbuat dari kedelai.

Sedihnya, Tempe memang kurang populer secara internasional. Masyarakat dunia, lebih mengenal apa itu Natto dari Jepang daripada Tempe. Sebenarnya, hal ini lebih diakibatkan oleh kurangnya daya tawar Indonesia di dunia internasional. Akibatnya segala hal yang ada di Indonesia juga susah untuk unjuk gigi di dunia Internasional. Berbeda dengan Jepang atau negara tetangga, Thailand misalnya. Meskipun kaya manfaat, Tempe masih kurang dikenal dunia.

Jadi, sudahkan makan Tempe hari ini?


Baca Juga

    Ketika Zombie Menyerang Dunia Maya
    Memahami Cita Rasa Komunis dalam "Made In China"
    Mengapa Snapchat Spectacles Berhasil Sedangkan Google Glass Gagal?

Spotlight


Deadpool Index: Mengapa Kita Tidak Perlu Mengkonversi Dolar Ke Rupiah?

Deadpool Index: Mengapa Kita Tidak Perlu Mengkonversi Dolar Ke Rupiah?

Mata uang yang berbeda di tiap negara, merefleksikan keadaan negara tersebut. Konversi mata uang, hanyalah ilusi semata.

2017-01-11


Penista Agama Itu Bernama Negara

Penista Agama Itu Bernama Negara

Agama lokal yang ada di Indonesia, tidak pernah diakui keberadaannya hingga hari ini oleh entitas yang bernama negara. Meskipun kita tahu, agama lokal ada lebih dulu daripada Indonesia.

2016-12-05


Google Waymo dan Masa Depan Kendaraan yang Berlalu-Lalang di Jalanan

Google Waymo dan Masa Depan Kendaraan yang Berlalu-Lalang di Jalanan

Perusahaan dunia, ramai-ramai mengembangkan mobil swakemudi. Di ranah ini, Google unggul daripada perusahaan lain.

2016-12-15


Kebenaran Palsu

Kebenaran Palsu

Hoax dibangun atas dasar uang, politik, dan agama.

2017-01-05


Para Penjual Tradisi

Para Penjual Tradisi

Bertahan di tengah arus globalisasi. Mencari keuntungan sambil mencari rejeki.

2016-11-16