Memahami Konflik Suriah Secara Sederhana

Dipublikasikan pada : 2017-01-02

Memahami Konflik Suriah Secara Sederhana

Ilustrasi © Madzae


Konflik Suriah akhir-akhir ini menyebar ke Indonesia. Bukan konflik atau perangnya tentu saja, tapi percakapan tentang konflik tersebut.

Ada yang membela pemerintahan Suriah di bawah kendali Assad, ada pula yang mendukung tindakan pemberontak melawan rezim Assad di Suriah. Sedihnya, ada pula yang membela ISIS atau NIIS dalam konstelasi politik negeri di Timur Tengah tersebut.

Tapi, yang harus kita ingat adalah sejak 15 Maret 2011, publik Suriah mengalami penderitaan. Kebanyakan, mereka tidak tahu apa yang sesungguhnya terjadi dalam ranah kekuasaan di negeri tersebut. Sialnya, mereka harus menjadi korban yang menanggung penderitaan.

Dalam beberapa tahun belakang, pengungsi asal Suriah tercatat sebagai yang terbanyak di seluruh dunia. Mereka mencoba menyelamatkan diri ke berbagai negara di belahan dunia. Negara-negara di kawasan Timur Tengah masih menjadi pilihan rasional bagi mereka karena jarak yang tidak begitu jauh.

Tercatat, ada 2,7 Juta pengungsi asal Suriah. Dari angka tersebut, 150.000 orang di antaranya tewas. Dan 8.000 korban tewas tersebut adalah anak-anak yang tidak tahu menahu persoalan konflik.

Pengungsi Suriah menyebar di kawasan. 750.000 orang (versi Pemerintah Turki: 1 Juta) masuk ke wilayah Turki, 1 Juta orang masuk ke negeri Libanon, 220.000 orang merantau ke Irak, 590.000 orang hijrah ke Yordania, dan 136.000 orang masuk ke Mesir. Dan banyak negara lain yang menampung pengungsi asal Suriah.

Yang harus kita perhatikan adalah bukan siapa yang salah dan siapa yang benar. Konflik adalah persoalan kekuasaan. Hingar bingar masyarakat hanyalah riak yang tak pernah diperhitungkan dari konflik.

Maukah kita, masyarakat Indonesia menjadi pelarian ke negeri-negeri tetangga karena konflik? Gue sih ngga.


Baca Juga

    Terorisme Gaya Baru
    Seberapa Mahal CGI?
    Meskipun Diblokir Telkom, Netflix Tetaplah Pilihan Terbaik

Spotlight


Deadpool Index: Mengapa Kita Tidak Perlu Mengkonversi Dolar Ke Rupiah?

Deadpool Index: Mengapa Kita Tidak Perlu Mengkonversi Dolar Ke Rupiah?

Mata uang yang berbeda di tiap negara, merefleksikan keadaan negara tersebut. Konversi mata uang, hanyalah ilusi semata.

2017-01-11


Penista Agama Itu Bernama Negara

Penista Agama Itu Bernama Negara

Agama lokal yang ada di Indonesia, tidak pernah diakui keberadaannya hingga hari ini oleh entitas yang bernama negara. Meskipun kita tahu, agama lokal ada lebih dulu daripada Indonesia.

2016-12-05


Google Waymo dan Masa Depan Kendaraan yang Berlalu-Lalang di Jalanan

Google Waymo dan Masa Depan Kendaraan yang Berlalu-Lalang di Jalanan

Perusahaan dunia, ramai-ramai mengembangkan mobil swakemudi. Di ranah ini, Google unggul daripada perusahaan lain.

2016-12-15


Kebenaran Palsu

Kebenaran Palsu

Hoax dibangun atas dasar uang, politik, dan agama.

2017-01-05


Para Penjual Tradisi

Para Penjual Tradisi

Bertahan di tengah arus globalisasi. Mencari keuntungan sambil mencari rejeki.

2016-11-16