Mari Berkenalan Dengan Google DeepMind, AI yang Bisa Bermimpi

Dipublikasikan pada : 2016-11-30

Mari Berkenalan Dengan Google DeepMind, AI yang Bisa Bermimpi

Ilustrasi © Madzae


Fiksi ilmiah yang bertema kecerdasan buatan, komputer yang bisa berpikir sendiri, atau apa pun namanya, telah lama hidup dalam benak fantasi manusia. Sejak kecil, kita sering mendengar cerita tentang hal demikian.

Kini, fantasi tentang hal demikian, mulai memasuki dunia nyata. Adalah Google dengan DeepMind menggarap fantasi tersebut.

DeepMind merupakan sebuah start-up yang didirikan oleh Demis Hassabis, Shane Legg, dan Mustafa Suleyman, yang berbasis di London, Inggris. Perusahaan rintisan yang dibangun pada tahun 2010 ini mengembangkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence. Di tahun 2014, Google membeli perusahaan tersebut.

Jika masih bingung apa itu kecerdasan buatan atau artificial intelligence, carilah film The Imitation Game di Ganool dan tonton film tersebut. Film tersebut menceritakan tentang seorang ahli matematika yang merancang mesin bernama “Turing Machine.” Nah mesin tersebut, bekerja secara independen untuk memecahkan kode-kode rahasia NAZI yang dibuat dari mesin lain bernama Enigma. Perang antara mesin Turing dan mesin Enigma adalah salah satu pertanda perang kecerdasan buatan pertama umat manusia.

Google DeepMind mencoba membuat kecerdasan buatan yang benar-benar meniru bagaimana otak manusia bekerja.

Salah satu titik keberhasilan proyek Google DeepMind adalah saat mereka memperkenalkan AlphaGo. AlphaGo merupakan kecerdasan buatan yang dirancang untuk bisa bermain Go atau catur Go, catur khas Asia Timur.

AlphaGo dianggap revolusioner karena permainan catur Go terbilang rumit dan sangat jauh berbeda dengan permainan catur biasa. Catur Go memiliki kombinasi permainan amat sangat banyak dan sangat jauh melampaui kombinasi permainan catur biasa.

Hebatnya, AlphaGo memenangkan permainan catur Go dengan seorang ahli catur Go bernama Lee Sedol.

Sebuah pencapaian luar biasa, berhasil dilakukan Google DeepMind.

Lalu, apa langkah mereka selanjutnya?

Begini, dalam film-film Hollywood sering kali kecerdasan buatan, robot canggih, atau apalah namanya, jika terlalu pintar atau terlalu canggih akan berakibat buruk pada manusia. Pernah nonton filmnya Arnold Smanshsdhkjasdashd (maaf, gue ngga tau cara ngejanya), atau film Matrix, atau film-film yang sejenis. Nah dalam film-film tersebut, manusia bertarung dengan teknologi yang teramat canggih.

Bukan tidak mungkin, Google DeepMind bisa berujung hal demikian. Kelak, jika Google DeepMind terlalu canggih, mereka mungkin akan berperang dengan manusia, entitas yang menciptakan mereka.

Nah, untuk menghindari masa depan yang buruk demikian, Google membentuk sebuah grup khusus yang bertugas menganalisa sisi keamanan dari artificial intelligence yang mereka kembangkan.

Grup tersebut dibebankan tugas untuk menganalisa apa pun keungkinan-kemungkinan terburuk dari kecerdasan buatan yang Google kembangkan. Dan kemungkinan-kemungkinan terburuk tersebut, selanjutnya akan diberikan cara-cara untuk menghindari hal tersebut. Intinya, Google tidak mau kecolongan oleh kecerdasan yang mereka buat.

Lalu, sejauh ini apa yang telah dicapai DeepMind?

Selain berhasil memenangkan pertandingan catur Go, DeepMind telah dikembangkan sedemikian rupa dan bisa dikatakan sebagai proyek kecerdasan buatan paling sukses yang bisa kita temukan di zaman ini.

DeepMind bisa belajar sesuatu tanpa perlu campur tangan manusia. Adalah “Differential Neural Computer” yang memiliki andil dari kemampuan tersebut. Dengan DNC, DeepMind mengumpulkan beragam data dan kemudian ia mengolah data-data tersebut seorang diri tanpa ada campur tangan manusia. Proses belajar, bisa ia lakukan dengan data yang telah diperoleh tersebut. (Mungkin data yang Google peroleh dari pengguna internet dunia, termasuk kita, juga dipakai oleh DeepMind)

Selain itu, kabar terbaru menyebutkan bahwa Google DeepMind menambahkan fitur mimpi pada artificial intelligence buatan mereka. Yup betul, di kemudian hari, kita bakalan nemu robot yang sedang tidur, dan bermimpin, selayaknya lo bermimpin bersama Raisa dan atau Isyana (wah ngapain tuh).

Oke begini, menurut ilmuan, saat manusia tidur dan bermimpin, otak melakukan suatu proses. Proses tersebut adalah melakukan konsolidasi ingatan atau memori. Memori jangka pendek, dimasukkan ke dalam ruang penyimpanan memori jangka panjang. Dalam proses tersebut, terjadi tiga tahap, yakni “stabilization”, “enchancement”, dan “integration”, dan ketiga tahan tersebut memastikan bahwa memori akan dimasukkan ke dalam “uber organized filing system” dalam otak manusia.

Karena berhubungan dengan mamori atau ingatanlah, kita, manusia, secara samar-samar akan memproyeksikan suatu kejadian atau adegan dalam mimpin tersebut.

Nah Google DeepMind mencoba melakukan hal demikian. DeepMind melalukan ketiga tahapan yang dilakukan manusia dalam bermimpin dan mereplikasinya saat DeepMind sedang “tidur” dengan nyenyak.

Dengan keberhasilan-keberhasilan yang terlihat istimewa tersebut, bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan Google DeepMind akan mengubah cara umat manusia hidup. Dan bukankah Google sendiri telah mengubah kehidupan kita sekarang? Mari kita tunggu.


Baca Juga

    Banjir dan Ritus Orang Urban
    Meskipun Diblokir Telkom, Netflix Tetaplah Pilihan Terbaik
    Mengapa Snapchat Spectacles Berhasil Sedangkan Google Glass Gagal?

Spotlight


Deadpool Index: Mengapa Kita Tidak Perlu Mengkonversi Dolar Ke Rupiah?

Deadpool Index: Mengapa Kita Tidak Perlu Mengkonversi Dolar Ke Rupiah?

Mata uang yang berbeda di tiap negara, merefleksikan keadaan negara tersebut. Konversi mata uang, hanyalah ilusi semata.

2017-01-11


Penista Agama Itu Bernama Negara

Penista Agama Itu Bernama Negara

Agama lokal yang ada di Indonesia, tidak pernah diakui keberadaannya hingga hari ini oleh entitas yang bernama negara. Meskipun kita tahu, agama lokal ada lebih dulu daripada Indonesia.

2016-12-05


Google Waymo dan Masa Depan Kendaraan yang Berlalu-Lalang di Jalanan

Google Waymo dan Masa Depan Kendaraan yang Berlalu-Lalang di Jalanan

Perusahaan dunia, ramai-ramai mengembangkan mobil swakemudi. Di ranah ini, Google unggul daripada perusahaan lain.

2016-12-15


Kebenaran Palsu

Kebenaran Palsu

Hoax dibangun atas dasar uang, politik, dan agama.

2017-01-05


Para Penjual Tradisi

Para Penjual Tradisi

Bertahan di tengah arus globalisasi. Mencari keuntungan sambil mencari rejeki.

2016-11-16