Laknatnya Rusia dan Ketakutan Amerika

Dipublikasikan pada : 2016-11-04

Laknatnya Rusia dan Ketakutan Amerika

Ilustrasi © Madzae


Tanggal 21 Oktober pukul 7 pagi waktu Amerika Serikit, dunia maya di wilayah Amerika Utara dan sedikit Eropa dihebohkan oleh serangan siber yang menyasar infrastruktur Dyn, sebuah perusahaan layanan DNS.

Banyak website populer yang menggunakan layanan Dyn, terjungkal dan tidak dapat diakses pembacanya.

Beberapa waktu sebelumnya, serangan juga pernah dirasakan oleh infrastruktur pemilu di Amerika Serikat. Namun, pemerintah AS mengkalim bahwa infrastruktur pemilunya, bisa bertahan dengan baik dan memiliki beberapa lapisan keamanan yang sangat sulit dirobohkan.

Tapi, saat pemilu AS memasuki masa-masa kampanyenya, kubu Hilary Clinton dibuat gusar. Salah satu tim kampanye mereka, dibobol akun emailnya oleh serangan penjahat siber. Beberapa materi kampanye dan beberapa fakta yang menghebohkan dari si “Nasty Women” terkuak dari serangan tersebut. Materi hasil serangan, nongol di halaman website Wikileaks.

Secara mengejutkan dan entah berhubungan atau tidak, Kedutaan Colombia di London, memutus koneksi internet bagi pendiri Wikileaks yang sedang bersembunyi di kedutaan tersebut.

Pemerintah AS marah. Secara terbuka, mereka menyebut bahwa serangan tidak mungkin dilakukan hanya oleh kelompok penjahat siber semata. Pemerintah suatu negera, pasti berada di balik serangan tersebut. Dan secara terang-terangan, mereka menyebut Rusia ada di balik serangan tersebut.

Bahkan, wakil Presiden Amerika Serikat mengungkapkan bahwa mereka akan membalas serangan Rusia terhadap infrastruktur internet Amerika dengan cara yang keji dan di saat yang tepat. Entah kapan saat yang “tepat” tersebut.

Baru-baru ini, Microsoft mengungkapkan bahwa kelompok peretas digital yang berafiliasi dengan pemerintahan Rusia diketahui menargetkan Windows untuk diserang. Kelompok tersebut bernama “Strontuim” alias “APT28” alias “Sofacy” alias “fancy Bear.” Lebih mengejutkannya lagi, kelompok peretas tersebut sering dikait-kaitkan dengan dinas intelejen luar negeri Rusia, GRU.

Hal tersebut diungkap setelah sebelumnya Google melalui tim “Threat Analysis Group” menemukan celah keamanan di sistem operasi Windows. Celah keamanan tersebut berasal dari Adobe Flash yang terinstall di sistem operasi Windows. Penjahat digital, mampu mengekloitasi celah keamanan dan menggunakannya untuk mengambil kendali komputer korban.

Perihal ketegangan hubungan antara Amerika Serikita dengan Rusia bukanlah hal yang baru. Puncak ketegangan mereka terjadi saat perang dingin terjadi. Amerika Serikat dan Rusia sama-sama enggan dianggap remeh.

Seperti yang kita ketahui, dalam perkara ketegangan kedua negera ini, Amerika bolehlah dianggap lebih unggul. Pemikiran kapitalisme Amerika, lebih menggurita daripada pemikiran kumunias sosialis ala Rusia.

Amerika pun menunjukkan keperkasaannya melalui film-film yang dibuat Hollywood. Kita tentu tidak akan melihat Rusia perkasa dalam film buatan Amerika bukan? Sialnya, film buatan Hollywood menjadi raja di dunia ini. Dan masyarakat dunia, terpengaruh oleh gagasan Hollywood tersebut.

Satu tempat tersisa. Dunia Maya. Di dunia inilah, Rusia bisa sedikit menunjukkan taring mereka.

Grup penjahat digital bukanlah hal aneh bagi Rusia. Jika lo penggemar film bajakan, software bajakan, atau apa pun hal-hal bajakan dari dunia digital, tengoklah ke Rusia. Semua ada dan semua bisa lo dapatkan dengan gratis.

Tentu, istilah “tidak ada makan siang gratis” menjadi catatan yang harus lo simak saat mendownload konten digital bajakan. Penjahat digital Rusia mensisipi kode-kode jahat dari konten bajakan yang mereka sebar.

Dalam dua tahu ke belakang ini, serangan digital yang menyndera data korbannya heboh di dunia. Lagi-lagi, Rusia berada di belakang semua itu.

Jika Amerika Serikat sangat perkasa di dunia nyata, Rusia boleh mengaggap bahwa merekalah “polisi dunia” bagi dunia maya.

Pergerakan penjahat digital Rusia yang begitu masif, sangat meresahkan penduduk dunia maya. Amerika hanya bisa mengutuki segala kekejian tersebut. Amerika saja takut, bagaimana dengan kita? Mungkin kita hanya bisa bilang, “laknat kau Rusia.”


Baca Juga

    Ngeri! Semua Anggota Suku Ini Dicongkel Bola Matanya
    Penista Agama Itu Bernama Negara
    Dunia Perang dan Anak-Anak

Spotlight


Deadpool Index: Mengapa Kita Tidak Perlu Mengkonversi Dolar Ke Rupiah?

Deadpool Index: Mengapa Kita Tidak Perlu Mengkonversi Dolar Ke Rupiah?

Mata uang yang berbeda di tiap negara, merefleksikan keadaan negara tersebut. Konversi mata uang, hanyalah ilusi semata.

2017-01-11


Penista Agama Itu Bernama Negara

Penista Agama Itu Bernama Negara

Agama lokal yang ada di Indonesia, tidak pernah diakui keberadaannya hingga hari ini oleh entitas yang bernama negara. Meskipun kita tahu, agama lokal ada lebih dulu daripada Indonesia.

2016-12-05


Google Waymo dan Masa Depan Kendaraan yang Berlalu-Lalang di Jalanan

Google Waymo dan Masa Depan Kendaraan yang Berlalu-Lalang di Jalanan

Perusahaan dunia, ramai-ramai mengembangkan mobil swakemudi. Di ranah ini, Google unggul daripada perusahaan lain.

2016-12-15


Kebenaran Palsu

Kebenaran Palsu

Hoax dibangun atas dasar uang, politik, dan agama.

2017-01-05


Para Penjual Tradisi

Para Penjual Tradisi

Bertahan di tengah arus globalisasi. Mencari keuntungan sambil mencari rejeki.

2016-11-16