Ketika Zombie Menyerang Dunia Maya

Dipublikasikan pada : 2016-10-29

Ketika Zombie Menyerang Dunia Maya

Ilustrasi © Madzae


Beberapa hari yang lalu, serangan siber (cyber) meluluhlantakan banyak website di dunia maya (maksudnya website-website di wilayah Amerika Utara dan sedikit Eropa), beberapa website terkenal dunia juga ikut terkena serangan tersebut, sebuat saja Netflix, Github, dan situs berita internasional New York Times. Secara lebih spesifik, serangan tersebut bukan langsung menyasar situs-situs tersebut, tapi serangan menyasar ke perusahaan penyedia layanan DNS (Domain Name Server) Dyn. Yup, si Dyn ini hancur kena serangan dan mengakibatkan website-website yang menggunakan layanan Dyn kena imbasnya.

Gue jelasin sedikit tentang DNS atau Domain Name Server. Begini, DNS merupakan, katakanlah saklar on/off. Ketika lo ngetik facebook.com, browser akan meneruskan permintaan tersebut ke suatu server DNS. Nah DNS tersebut menerjemahkan kata “facebook.com”, menjadi alamat IP server tempat di mana facebook.com berada. IP merupakan suatu nomer identik yang wajib dimiliki setiap perangkat yang terkoneksi dengan internet. Dengan jasa DNS, kita ngga perlu mengingat nomer-nomer yang abstrak alamat IP saat hendak mengakses suatu website. Cukup facebook.com atau kata-kata lainnya yang mudah diingat (madzae.com misalnya) dan DNS akan menerjemahkannya untuk kita.

Kembali ke persoalan serangan siber yang terjadi beberapa hari lalu di dunia maya bagian amerika utara dan sedikit eropa. Poin menarik dari serangan tersebut adalah instrumen serangan siber terbilang unik dan tentu saja mengkhawatirkan bagi kita semua. Yup serangan yang terjadi tersebut memanfaatkan perangkat-perangkat yang terhubung ke internet atau bahasa kerennya “Internet of Things” untuk melakukan request pada infrastruktur Dyn.

Serangan siber yang terjadi tersebut sebenarnya merupakan serangan klasik, yakni menggunakan teknik Ddos atau bahasa sederhananya membanjiri suatu server atau website dengan permintaan atau request yang sangat besar dalam waktu yang singkat. Kalau lo adalah mahasiswa Universitas Indonesia, lo mungkin familiar dengan tipe serangan tersebut. Yup, apalagi kalau bukan perang SIAK. Suatu website akan mengalami pelambatan atau bahkan tidak bisa diakses apabila terjadi request yang begitu besar dalam waktu yang bersamaan. Nah kamu banyangin ada berjuta-juta permintaan yang mengarah pada infrastruktur Dyn dan pada akhirnya membuat si Dyn hancur berkeping-keping.

Perangkat seperti Digital Video Recorder atau DVR, kulkas pintar, TV pintar, dan banyak perangkat pintar lainnya digunakan oleh pejahat siber untuk menyerang suatu infrastruktur internet. Hebatnya, serangan terjadi tanpa diketahui si empunya perangkat pintar tersebut. Konon, hal tersebut bisa terjadi gara-gara banyak pengguna perangkat pintar yang mengabaikan password bawaan pabrik dan lebih memilih membiarkannya. Maka, dengan bantuan malware bernama Mirai, perangkat-perangkat pintar tersebut berubah menjadi Zombie yang siap menerkam situs-situs di dunia maya.

Coba sebutin gadget yang lo punya saat membaca tulisan ini? Smartphone, tablet, laptop, smartwatch, drone, CCTV buat ngejagain rumah, atau lainnya. Yup, semua itu bisa menjadi penyebab serangan yang terjadi beberapa waktu lalu di wilayah Amerika Utara dan sedikit Eropa. Dan karena sebagian besar pengguna gadget tersebut kurang memperhatikan sisi keamanannya, amat mudah menemukan serangan yang demikian di hari-hari berikut. Sedihnya, hampir semua bagian kehidupan kita kini, sangat membutuhkan internet. Sebut saja jasa Bank, jasa informasi, jasa pertemanan (melalui facebook dan sejenisnya), jasa jual-beli (seperti tokopedia dan lain-lain), dan banyak sekali emelen-elemen kehidupan kita yang sangat tergantung pada internet.

Tentu saja di setiap tempat gelap, ada sedikit bagian yang terkena cahaya. Cara sederhana untuk sedikit mengantisipasi serangan seperti yang terjadi baru-baru ini bisa dilakukan dengan cara me-restart suatu perangkat. Dengan teknik sederhana demikian, malware yang menginfeksi perangkat canggih yang kita miliki akan ter-reset dengan sendirinya.

Jadi, jangan lupa kalau punya gadget keren passwordnya lo ubah ya.


Baca Juga

    Mengapa Snapchat Spectacles Berhasil Sedangkan Google Glass Gagal?
    Hey, Kami Menjual Tradisi!
    Penghapusan UN dan Pendidikan Finlandia

Spotlight


Deadpool Index: Mengapa Kita Tidak Perlu Mengkonversi Dolar Ke Rupiah?

Deadpool Index: Mengapa Kita Tidak Perlu Mengkonversi Dolar Ke Rupiah?

Mata uang yang berbeda di tiap negara, merefleksikan keadaan negara tersebut. Konversi mata uang, hanyalah ilusi semata.

2017-01-11


Penista Agama Itu Bernama Negara

Penista Agama Itu Bernama Negara

Agama lokal yang ada di Indonesia, tidak pernah diakui keberadaannya hingga hari ini oleh entitas yang bernama negara. Meskipun kita tahu, agama lokal ada lebih dulu daripada Indonesia.

2016-12-05


Google Waymo dan Masa Depan Kendaraan yang Berlalu-Lalang di Jalanan

Google Waymo dan Masa Depan Kendaraan yang Berlalu-Lalang di Jalanan

Perusahaan dunia, ramai-ramai mengembangkan mobil swakemudi. Di ranah ini, Google unggul daripada perusahaan lain.

2016-12-15


Kebenaran Palsu

Kebenaran Palsu

Hoax dibangun atas dasar uang, politik, dan agama.

2017-01-05


Para Penjual Tradisi

Para Penjual Tradisi

Bertahan di tengah arus globalisasi. Mencari keuntungan sambil mencari rejeki.

2016-11-16