Film Terbaik di Tahun 2016

Dipublikasikan pada : 2017-01-09

Film Terbaik di Tahun 2016

Ilustrasi © Madzae


Perfilm-an dunia (maksudnya Hollywood) memasuki masa-masa yang paling menegangkan. Untuk para penggemar dan untuk para pelaku film sendiri.

Yup, masa-masa paling menegangkan tersebut adalah saat di mana ajang-ajang penghargaan mulai menampakkan dirinya. Di awal tahun ini, Golden Globe memulai malam penghargaannya. Para dewan juri yang merupakan kumpulan jurnalis asing dalam ranah hiburan, menentukan siapa yang didaulat menjadi yang terbaik di ajang ini.

Jangan dilupakan pula, ajang Golden Globe adalah ajang pembuka untuk menyambut Piala Oscar yang mayur itu. Pokoknya, awal tahun adalah saat-saat yang dinanti insan film dunia (khususnya saat film-film hebat bocor via internet).

Tak mau ketinggalan, gue juga mau memilih film terbaik selama 2016 kemarin. Tentu, pemilihan film terbaik yang gue pilih, murni atas subyektifitas pribadi. Dan ya, gue memiliki kriterianya tersendiri terhadap film terbaik yang gue pilih. Apa itu? Sederhana, saat gue nonton film dan gue merasa bahagia, gue akan memasukkan film itu ke dalam daftar film terbaik. Film yang membuat gue bahagia lebih dari kebahagian film lain yang gue tonton, akan gue daulat menjadi film terbaik. Sesederhana itu.

Selama tahun 2016, gue menonton sangat banyak film. Dari banyak film yang gue tonton, terpilihlah 3 film yang gue anggap sebagai film terbaik. Apa itu? Simak penuturan berikut.

3.The Witch

Meskipun berlabel 2015, film ini baru dirilis secara luas di tahun 2016. Film yang disutradarai dan ditulis oleh Rober Eggers ini berhasil membuat film horor yang lain dari biasanya. Tata suasana dan latar belakang musik, adalah sajian istimewa di film ini.

Lo ngga bakalan menemukan setan-setan menyeramkan semacam film-film James Wan. Di film ini, bahkan gue ngga menemukan setan beneran yang menakutkan dan jadi daya tarik seuatu film horor. Sebaliknya, film ini lebih menekankan pada aspek psikologis seseorang tentang ketakutan terhadap hantu, setan, atau lain sebagainya. Persis ketika lo merasa takut di malam hari dan lo ngga melihat penampakan apa pun. Nah, film ini kurang lebihnya begitu.

The Witch menceritakan tentang kehidupan sebuah keluarga yang terpaksa pindah ke tempat baru setelah terusir dari kampung mereka. Keluarga ini, hidup dalam ketaatan agama yang sangat keras. Sayangnya, kehidupan mereka terusik dengan mitos-mitos tentang penyihir.

Manakala anak paling kecil di keluarga ini menghilang secara ajaib, keluarga ini mengalami (kalau istilah gue) “trauma prikologis.” Dan hal yang paling mudah untuk menjelaskan mengapa anak kecil tersebut hilang, adalah ketakutan terhadap “penyihir”.

Sialnya, Ana Taylor-Joy yang berperan sebagai Thomasin kebagian sial sebagai pihak yang paling dipertanggung-jawabkan atan kesialan yang menimpa keluarga ini. Singkat cerita, dalam setiap kesialan yang menimpa, Thomasin adalah jawaban yang paling masuk akal.

Upaya-upaya yang gagal dari para anggota keluarga, untuk melawan ketakutan mereka terhadap penyihir membuat keluarga ini musnah. Sedihnya, Thomasin yang saban hari dianggap atau dicurigai merupakan penyihir, pada akhirnya mengikuti bisikan hatinya untuk jadi penyihir.

2.Deadpool

Tim Miller benar-benar meracik film superhero ini sangat apik. Deadpool, mampu mengubah bagaimana dunia superhero tampil di layar lebar.

Bila selama ini film-film superhero yang coba memasukkan unsur-unsur komedi lebih merupakan penambah rasa semata, Deadpool tidak demikian. Ialah film komedi yang menyaru menjadi film superhero. Atau, juga bisa dikatakan sebagai film superhero dengan pendekatan komedi. Serunya lagi, Deadpool menggunakan pendekatan film dewasa tanpa aling-aling sensor untuk film ini. Hasilnya? Sebuah masterpiece dalam dunia film superhero.

Deadpool tak seperti X-Men atau Avengers dengan segala “keterbatasan” mereka. Deadpool lepas dari semua sensor yang seakan menghilangkan kekuatan superhero. Sungguh suatu film hebat. Selamat.

1.Swiss Army Man

Film seharga (menggunakan kurs saat tulisan ini dibuat) sekitaran 40 Milyar ini seakan menampar para penggemar film. Bahwa film, disukai ataupun tidak, menggunakan embel-embel “terinspirasi dari kisah nyata” ataupun tidak, adalah murni imajinasi si pembuat.

Film adalah imajinasi yang terus dirawat dan dipertajam oleh sang pembuat dengan “mewujudkannya” dalam bentuk sinema. Apa pun itu, film adalah buah dari rasa nakal otak manusia yang tak mungkin dicapai di dunia nyata. Nah film Swiss Army Man ini adalah representasi dari imajinasi manusia yang paling liar.

Entah apa yang ada di benak Dan Kwan dan Daniel Scheinert (duo sutradara) ini saat mereka membuat film Swiss Army Man. Film ini, bercerita tentang keputusasaan seorang yang terdampar di pulau terpencil (Paul Dano) yang kemudian menemukan (atau bertemu) dengan Daniel Radcliffe si Harry Potter. Lucunya, Daniel Radcliffe dalam film ini adalah seorang mayat hidup yang segala aktivitasnya, harus dibantu oleh Paul Dano.

Lebih lucunya lagi, mayat hidup yang memberikan Paul Dano semangat untuk hidup adalah ia, si mayat hidup, mampu melakukan apa pun di luar nalar manusia. Maka, mayat hidup tadi berubah menjadi alat serba guna untuk melakukan kegiatan apa pun.

Dan dalam film ini, lo bakalan menemukan esensi kegunaan kentut yang tidak pernah terpikirkan oleh manusia manapun di dunia. Kentut adalah kehidupan di film ini.

Swiss Army Man adalah dahaga yang dihadirkan sineas bagi para penikmat film yang seakan disuguhkan film-film yang itu-itu saja. Sungguh, gue terharu dengan kehebatan film ini. Selamat.

Sekian dan selamat berpetualang sinema di tahun 2017 ini.


Baca Juga

    Seberapa Mahal CGI?
    Bagaimana Rusia Meretas Amerika Serikat
    Apa yang Telah Dilakukan Obama?

Spotlight


Deadpool Index: Mengapa Kita Tidak Perlu Mengkonversi Dolar Ke Rupiah?

Deadpool Index: Mengapa Kita Tidak Perlu Mengkonversi Dolar Ke Rupiah?

Mata uang yang berbeda di tiap negara, merefleksikan keadaan negara tersebut. Konversi mata uang, hanyalah ilusi semata.

2017-01-11


Penista Agama Itu Bernama Negara

Penista Agama Itu Bernama Negara

Agama lokal yang ada di Indonesia, tidak pernah diakui keberadaannya hingga hari ini oleh entitas yang bernama negara. Meskipun kita tahu, agama lokal ada lebih dulu daripada Indonesia.

2016-12-05


Google Waymo dan Masa Depan Kendaraan yang Berlalu-Lalang di Jalanan

Google Waymo dan Masa Depan Kendaraan yang Berlalu-Lalang di Jalanan

Perusahaan dunia, ramai-ramai mengembangkan mobil swakemudi. Di ranah ini, Google unggul daripada perusahaan lain.

2016-12-15


Kebenaran Palsu

Kebenaran Palsu

Hoax dibangun atas dasar uang, politik, dan agama.

2017-01-05


Para Penjual Tradisi

Para Penjual Tradisi

Bertahan di tengah arus globalisasi. Mencari keuntungan sambil mencari rejeki.

2016-11-16