Apakah Naga Benar-Benar Nyata?

Dipublikasikan pada : 2016-12-23

Apakah Naga Benar-Benar Nyata?

Ilustrasi © Madzae


Naga atau Dragon adalah salah satu makhluk atau hewan mitologi paling populer di dunia. Mulai dari Amerika, Eropa, dan tentu saja Asia. Naga merupakan kata terjemahan dari bahasa Inggris “Dragon.” Kata “Dragon” merujuk pada kata dalam bahasa Yunani, “Draconta” yang berarti makhluk penjaga. Naga dianggap sebagai makhluk yang fungsinya sebagai penjaga. Mistos yang berkembang, Naga merupakan penjaga harta dan benda-benda berharga lainnya.

Naga digambarkan dalam banyak rupa. Ada naga yang mirip dinosaurus yang sering dikisahkan dalam cerita-cerita khas Amerika atau Eropa, ada pula Naga yang berbentuk seperti ular seperti yang digambarkan orang-orang dari Asia khususnya Cina dan Jepang. Dan tentu, ada pula Naga yang digambarkan abstrak seperti yang ditayangkan drama di Indosiar. Calor Rose, seorang Antropolog dalam bukunya berjudul “Giant, Monsters, and Dragons: An Encyclopedia of Folklore, Legend, and Myth” menjelaskan bahwa Naga” memiliki banyak komposisi dari beragam makhluk atau hewan.” Naga bisa digambarkan mirip ular, gajah, badak, atau apa pun. Tergantung di mana Naga tersebut disebutkan dalam suatu kebudayaan. Hal demikian bisa terjadi sesuai dengan kondisi di mana kebudayaan tersebut berada.

Soal Naga yang bisa terbang, kisah ini telah ada jauh di masa Yunani kuno dan di masa Sumeria. Naga terbang, dalam fantasi modern, dilukiskan dalam film animasi berjudul “How To Train Your Dragon.” Naga-naga dalam rupa lain, juga lazim hadir dalam fantasi-fantasi Hollywood.

Tapi, pertanyaan yang muncul seputaran Naga adalah, benarkah ia ada?

Ini pertanyaan yang cukup sulit untuk dijawab. Bukti-bukti soal Naga, telah bercampur antara fakta dan fiksi. Antara kenyataan dengan fantasi.

Dalam kepercaan Kristen, Naga diidentikan dengan sesuatu yang jahat. Naga, merepresentasikan kehadiran Satan atau Setan. Beberapa kalangan Kristen meyakini bahwa Naga memang ada. Mereka merujuk pada Al-Kitab tentang hewan atau makhluk yang memiliki kharakteristik khas Naga.

Penjelasan Naga yang cukup lengkap, ada pada “Book of Job” yang merupakan salah satu kitab suci umat Yahudi. Kitab ini sejatinya menceritakan tentang keadilan Tuhan yang ada pada penderitaan manusia. Dalam bab ke 41, terdapat kisah tentang makhluk yang penggambarannya mirip dengan apa yang kita ketahui sebagai Naga.

Namun, banyak orang meyakini kebenaran Naga tatkala mereka melihat melalui sudut pandang Dinosaurus. Naga hanya dianggap sebagai bagian Dinosaurus semata. Bukan merupakan makhluk atau hewan mitologi.

Untuk kasus Indonesia, Naga direpresentasikan dalam diri makhluk bernama Komodo atau “Varamus Komodoensis.”

Komodo, dianggap sebagai Naga di dunia modern. Makhluk tersebut memiliki racun yang sangat mematikan yang berasal dari liur di mulutnya. Hal tersebut, dibuktikan oleh sekelompok tim peneliti dari University of Quensland, Australia.

Kisah tentang Komodo juga pernah diutarakan oleh W. Doglas Burden, seorang perwakilan dari American Museum of Natural History yang melakukan kunjungan ke Pulau Komodo di tahun 1926. Ia menggambarkan bentuk Komodo “hitam, seperti lahar mati.”

Kunjungan Burden tersebut, merupakan inspirasi dari film King Kong. Meskipun King Kong adalah makhluk yang jauh berbeda dari Komodo, tapi awalan “K” dari judul tersebut, memang merujuk pada “K” dalam Komodo.

Tapi perlu diingat, kisah tentang Komodo sudah jauh lebih lama ada dari catatan-catatan perjalan yang pernah dilakukan. Untuk saat ini, catatan perjalanan ke Pulau Komodo paling lama, berkisar di tahun 1910. Terutama warga lokal, meyakini bahwa kisah-kisah tentang Komodo telah ada jauh sebelum itu.

Dan ya, Naga, dalam bentuk apa pun dan dalam kebudayaan apa pun, masih menjadi misteri tentang kebenarannya. Makhluk tersebut benarkan ada, atau cuma sekedar rekaan tetaplah menjadi misteri.


Baca Juga

    Laknatnya Rusia dan Ketakutan Amerika
    Ngisep Ganja di Amerika
    Siri: Harga Diri dan Kehormatan Orang Bugis

Spotlight


Deadpool Index: Mengapa Kita Tidak Perlu Mengkonversi Dolar Ke Rupiah?

Deadpool Index: Mengapa Kita Tidak Perlu Mengkonversi Dolar Ke Rupiah?

Mata uang yang berbeda di tiap negara, merefleksikan keadaan negara tersebut. Konversi mata uang, hanyalah ilusi semata.

2017-01-11


Penista Agama Itu Bernama Negara

Penista Agama Itu Bernama Negara

Agama lokal yang ada di Indonesia, tidak pernah diakui keberadaannya hingga hari ini oleh entitas yang bernama negara. Meskipun kita tahu, agama lokal ada lebih dulu daripada Indonesia.

2016-12-05


Google Waymo dan Masa Depan Kendaraan yang Berlalu-Lalang di Jalanan

Google Waymo dan Masa Depan Kendaraan yang Berlalu-Lalang di Jalanan

Perusahaan dunia, ramai-ramai mengembangkan mobil swakemudi. Di ranah ini, Google unggul daripada perusahaan lain.

2016-12-15


Kebenaran Palsu

Kebenaran Palsu

Hoax dibangun atas dasar uang, politik, dan agama.

2017-01-05


Para Penjual Tradisi

Para Penjual Tradisi

Bertahan di tengah arus globalisasi. Mencari keuntungan sambil mencari rejeki.

2016-11-16