Apa yang Terjadi di Harbolnas Kemarin?

Dipublikasikan pada : 2016-12-13

Apa yang Terjadi di Harbolnas Kemarin?

Ilustrasi © Madzae


Kemarin, selain memperingati Maulid Nabi Muhammad, Indonesia juga memperingati Harbolnas (terdengar akward memang) atau Hari Belanja Online Nasional. Harbolnas diperingati setiap tanggal 12 Desember. Atau lebih mudah dengan istilah 1212.

Banyak e-commerce atau toko online ikut dalam pagelaran tersebut. Memberikan diskon gila-gilaan kepada calon pembelinya. Sedihnya, banyak juga yang hanya tipu-tipuan belaka. Alih-alih memberikan diskon, banyak toko online yang menaikan harga barang dagangannya selangit terlebih dahulu, dan lantas memberi diskon yang besar dan terkesan dipaksakan.

Nah, Harbolnas sejatinya adalah suatu pertanda bagaimana pertumbuhan dunia belanja online di Indonesia begitu luar biasa. SingPost memprediksi bahwa pembeli barang-barang secara online di Indonesia mencapai 8,7 juta orang di tahun ini. Diprediksi, pembeli barang-barang secara online di Indonesia akan terus meningkat. Seiring dengan jumlah pengguna internet di Indonesia yang menurut perkiraan Statista di tahun 2019 kelak, mencapai angka 133,5 juta pengguna.

Data-data di atas, nampaknya terlalu sayang untuk dilewatkan bagi siapa pun pemain di bisnis ini. Maka, Harbolnas adalah gelaran yang pas untuk melihat sejauh mana pengguna internet Indonesia dalam berbelanja online berlari.

Lazada dan Tokopedia adalah dua nama paling terdepan dalam hal penetrasi belanja online. Namun nama-nama seperti Bukalapak, OLK, FJB Kaskus, Blibli dan lain-lain juga tidak bisa diremehkan. Mereka berebut kue yang sama yang berukuran sangat besar. Badan Pusat Statistik mencatat, ada lebih dari 26,2 juta toko online di Indonesia saat ini. Dengan angka yang begitu besar tersebut, tentu ini adalah indikasi yang cukup baik bagi dunia belanja online di Indonesia.

Tapi, apakah kehadiran Harbolnas menggembirakan untuk para penikmat belanja online di Indonesia?

Berikut analisa media sosial terutama di Twitter yang Madzae lakukan saat gelaran Harbolnas telah usai.


Baca Juga

    Ngeri! Semua Anggota Suku Ini Dicongkel Bola Matanya
    Di Bawah Bayang-Bayang Drone
    Memahami Kemajuan Jerman

Spotlight


Deadpool Index: Mengapa Kita Tidak Perlu Mengkonversi Dolar Ke Rupiah?

Deadpool Index: Mengapa Kita Tidak Perlu Mengkonversi Dolar Ke Rupiah?

Mata uang yang berbeda di tiap negara, merefleksikan keadaan negara tersebut. Konversi mata uang, hanyalah ilusi semata.

2017-01-11


Penista Agama Itu Bernama Negara

Penista Agama Itu Bernama Negara

Agama lokal yang ada di Indonesia, tidak pernah diakui keberadaannya hingga hari ini oleh entitas yang bernama negara. Meskipun kita tahu, agama lokal ada lebih dulu daripada Indonesia.

2016-12-05


Google Waymo dan Masa Depan Kendaraan yang Berlalu-Lalang di Jalanan

Google Waymo dan Masa Depan Kendaraan yang Berlalu-Lalang di Jalanan

Perusahaan dunia, ramai-ramai mengembangkan mobil swakemudi. Di ranah ini, Google unggul daripada perusahaan lain.

2016-12-15


Kebenaran Palsu

Kebenaran Palsu

Hoax dibangun atas dasar uang, politik, dan agama.

2017-01-05


Para Penjual Tradisi

Para Penjual Tradisi

Bertahan di tengah arus globalisasi. Mencari keuntungan sambil mencari rejeki.

2016-11-16