Apa yang Telah Dilakukan Obama?

Dipublikasikan pada : 2017-01-20

Apa yang Telah Dilakukan Obama?

Ilustrasi © Madzae


Masa Obama telah berakhir. Jangan khawatir dan tidak usah menangis. Awal dan akhir adalah bagian dari kehidupan. Sama seperti cinta, hari ini jadian dan mungkin besok putus.

Pertanyaan basi yang sering ditayakan orang-orang tatkala sebuah masa berakhir adalah, “pencapaian apa yang telah dilakukan (dalam masa Obama)?” Dan apakah kelak, saat Trump telah memimpin setahun-duatahun Amerika Serikat, apakah ada kalimat-kalimat seperti “penak jamanku to?” di dalam publik Amerika Serikan sana?

Dalam delapan tahun masa menjabat, Obama memiliki beberapa pencapaian yang bisa ia banggakan dan mungkin akan ia tulis di resume terbarunya untuk mendapatkan pekerjaan baru. Ross Douthat dalam kolomnya di New York Times mengatakan bahwa pencapaian terbesar Obama selama ia menjadi pemimpin negara adikuasa tersebut adalah tidak adanya “blunder perang.” Douthat, seakan menyentil perilaku George W. Bush yang sangat gemar perang dan mencari musuh di belahan bumi lain.

Dikutip dari The Guardian, di bawah pemerintahan Bush, Amerika Serikat memang memiliki gambaran yang cukup buruk. Negeri tersebut, seakan-akan sangat gemar berperang dan anti terhadap perdamaian. Banyak pula teori-teori konspirasi di belakang tindakan-tindakan ganas Amerika di masa Bush. Obama, seakan memberikan wajah baru bagi Amerika Serikat yang lebih adem dan menghargai negara lain.

The Guardian bahkan menambahkan bahwa Obama, adalah presiden yang berhasil membangun relasi baru terhadap dunia muslim paska Bush. Pemerintahan Obama merupakan “awal baru” dalam hubungan Amerika-dunia Islam.

Obama mengawali karir presiden dengan suasana yang lebih baik daripada Trump. Saat dahulu ia mengucap sumpah sebagai presiden, Obama menerima rating penerimaan 68 persen. Sedangkan kini, seperti diwartakan The Guardian, Donald Trump hanya menerima 40 persen rating penerimaan publik. Maka dari itu, di awal-awal Obama menjadi presiden, di bulan Oktober tahun 2009, ia bahkan telah diganjar penghargaan Nobel di bidang perdamaian. Sebuah penghargaan yang cukup membuat banyak orang terkejut mengingat Obama kala itu belum berbuat banyak. Penitia Nobel bergeming, seperti dikutip dari Time, mereka berdalih bahwa Obama telah “merengkuh perhatian dunia dan memberikan rakyatnya harapan untuk masa depan yang cerah.”

Barack Obama, Presiden Amerika Serikat yang sering ditanyai publik di Google “apa agamanya?” adalah presiden dari Partai Demokrat yang unggul setelah lebih dari tiga dekade tak ada kader Demokrat yang terpilih. Ia mencengangkan sekaligus mengherankan. Seorang politisi ulung yang bukan siapa-siapa sebelumnya, namun mampu memenangi kontestasi pemilihan presiden.

Di awal masa-masa menjabat, bahkan banyak orang yang bertanya-tanya, “kapan Obama ditembak mati?” tersebut sukses membuat gebrakan. Michael Grunwald, seperti dikutip dari Time, mengatakan bahwa Obama “(adalah presiden yang memberikan dana) terbesar untuk reformasi pendidikan sejak Great Society, (memberikan dana) terbesar bagi anti-kemiskinan sejak Lyndon Johnson, memotong pajak (terbesar) bagi kelas menengah sejak Ronald Reagen, dan (memberikan dana) terbesar bagi penelitian.”

Yang lebih berkesan dari Obama selama ia menjabat seperti yang diutarakan Sabrina Corlette di CNN adalah apa yang ia tekan peraturannya di tanggal 23 Maret 2010, “Patient Protection and Affordable Care Act” atau yang lebih populer disebut “Obamacare.” Melalui Obamacare, masyarakat kelas menengah bawah di Amerika Serikat, memiliki benang pengaman yang menurut Obama, merupakan investasi untuk menumbuhkan ekonomi Amerika Serikat yang amburadul setelah mengeluarkan banyak uang untuk perang “khayalan” Bush.

Tapi tentu, tak hanya kisah sukses saja yang ada dalam karir kepresidenan Obama. Beberapa kegagalan dan nilai munis datang menghampiri Obama.

Meningkatnya penggunaan Drone untuk serangan-serangan Amerika Serikat di Timur Tengah adalah cacat “Nobel Perdamaian” milik Obama. Alih-alih membunuhi para militan teroris, Drone lebih banyak membunuh warga sipil (dan anak-anak) di Timur Tengah. Langit berwarna biru cerah di Pakistan, Afganistan, dan negara-negara konflik lain, bisa berubah seketika akibat serangan Drone yang dikendalikan “pilot” di Amerika.

Selain itu, penutupan penjara tanpa pengadilan Guantanamo di Kuba, hanyalah angin lalu saja. Obama, tidak bisa merealisasikan janjinya tersebut. Guantanamo tetap beroperasi dan tetap menghadirkan cerita-cerita perih para tahannya di sana.

Satu lagi cacat Obama di publik Amerika. Obama, sering dianggap sebagai “Presiden Pasisik” karena terlalu membungkuk terhadap Cina mengenai masalah-masalah Ekonomi. Terutama tentang fakta yang terkai bahwa banyak pekerjaan di Amerika hilang dan pergi ke Cina.

Apa pun itu, Presiden Obama telah menjadi sejarah kini. Baik dan buruknya, telah dicatat dalam ingatan rakyat Amerika dan dunia. Kini, saatnya kita melihat bagaimana Trump menahkodai negara yang seakan-akan berkuasa atas semua negara di dunia tersebut. Selamat Presiden Trump.


Baca Juga

    Kemenangan Trump, Status Tersangka Ahok, dan Brengseknya Timeline Facebook
    Google Waymo dan Masa Depan Kendaraan yang Berlalu-Lalang di Jalanan
    Bumi Berubah

Spotlight


Deadpool Index: Mengapa Kita Tidak Perlu Mengkonversi Dolar Ke Rupiah?

Deadpool Index: Mengapa Kita Tidak Perlu Mengkonversi Dolar Ke Rupiah?

Mata uang yang berbeda di tiap negara, merefleksikan keadaan negara tersebut. Konversi mata uang, hanyalah ilusi semata.

2017-01-11


Penista Agama Itu Bernama Negara

Penista Agama Itu Bernama Negara

Agama lokal yang ada di Indonesia, tidak pernah diakui keberadaannya hingga hari ini oleh entitas yang bernama negara. Meskipun kita tahu, agama lokal ada lebih dulu daripada Indonesia.

2016-12-05


Google Waymo dan Masa Depan Kendaraan yang Berlalu-Lalang di Jalanan

Google Waymo dan Masa Depan Kendaraan yang Berlalu-Lalang di Jalanan

Perusahaan dunia, ramai-ramai mengembangkan mobil swakemudi. Di ranah ini, Google unggul daripada perusahaan lain.

2016-12-15


Kebenaran Palsu

Kebenaran Palsu

Hoax dibangun atas dasar uang, politik, dan agama.

2017-01-05


Para Penjual Tradisi

Para Penjual Tradisi

Bertahan di tengah arus globalisasi. Mencari keuntungan sambil mencari rejeki.

2016-11-16